Senin, 25 Oktober 2010

Positifkan Pikiran untuk Luruskan Kehidupan

Dimulai dengan sebuah kisah nyata yang penulis kutip dari sebuah buku  berjudul Keajaiban Kekuatan Pikiran yang dikarang oleh Dr. Joseph Murphy.
Ada seorang pria yang tidak pernah bisa mempertahankan pekerjaannya mendatangi Dr. Joseph untuk meminta bimbingan. Ia sering mabuk-mabukkan. Ia pemalas dan tak bertanggung jawab, serta memiliki tekad atau daya juang yang lemah. Ia mengatakan bahwa ia hanya tertarik pada satu hal, yaitu masuk surga ketika ia mati.

Dr. Joseph menjelaskan padanya bahwa surga merupakan pikiran yang tenang dan tidak ada yang dinamakan kematian fisik. Kematian yang sesungguhnya adalah suatu proses psikologis di mana kita "mematikan" karena kebodohan, ketakutan, takhayul, serta kemalasan, dan kita membangun iman, semangat antusiasme, kepercayaan diri, serta pengekspresian sejati dalam hidup.

Lelaki tersebut mulai berdoa agar Kecerdasan Tak Terhingga menuntun dan mengarahkannya pada pengekspresian sejati serta agar ia menjadi sejahtera secara spiritual, mental, dan keuangan. Perlahan-lahan, ia mulai mengembangkan minat serta semangat baru dalam hidupnya dan giat bekerja. Dengan segera ia tidak hanya mempertahankan pekerjaannya, tetapi bahkan dipromosikan ke posisi yang lebih tingi. Sikap mental barunya mengubah segala hal dalam hidupnya, dan ia mengatakan pada Dr. Joseph, "Sekarang saya hidup di surga." Maksudnya ia memperoleh kesehatan, keselarasan hirup, serta pengekspresian sejati.

Sebuah kisah kesuksesan seseorang menggambarkan betapa mudahnya mendapatkan hidup yang menggembirakan padahal jika kita jalani mengapa terasa susah dan membuat kita putus asa. Di sinilah kekuatan pikiran akan diuji di mana otak harus diberi motivasi positif yang merangsang otak untuk memahaminya sebagai  dorongan baru. Seperti yang dilakukan Dr. Joseph Murphy pada lelaki tersebut lewat pemikiran pada impian lelaki tersebut, masuk surga ketika mati, dan membuat otak lelaki tersebut mengolah kembali kehidupannya hingga sukses, dan bagi kita jangan mengira prosesnya begitu cepat tetapi membutuhkan proses yang lama.

Dari sini dapat dimengerti bahwa kehidupan dibutuhkan proses yang bisa cepat bisa juga lambat sesuai usaha yang kita lakukan dan tidak berpikiran singkat melainkan berpikiran postif dalam jangka panjang serta kekuatan doa yang akan membantu secara kasat mata dan tidak terasa kita sudah sukses.

2 komentar:

  1. "Sikap mental barunya mengubah segala hal dalam hidupnya, dan ia mengatakan pada Dr. Joseph, "Sekarang saya hidup di surga." Maksudnya ia memperoleh kesehatan, keselarasan hirup, serta pengekspresian sejati."

    Wew.. berarti gw hidup di surga juga dong..
    Kan gw bahagia, haha... ^_^

    Tapi itu surga di dunia..
    Gw maunya surga akhirat yang di impinkan setiap muslim bung..
    Tapi postnya bagus kok..

    Ayo Ali Yan Mukhtar (ada panggilan lain g sih?)
    Buat post-post yang lebih bagus lagi.. ^_^

    BalasHapus
  2. dimana ya mendapat buku tersebut....

    BalasHapus